Kamis, 29 Mei 2014

Menjadi Seorang Bankir



            Ketika seseorang memilih untuk menjadi bankir, pilihannya hampir sama dengan menjadi seorang Pegawai Negeri. Ada sebuah pengabdian kepada negara secara tidak langsung. Meski bekerja di Bank swasta sekalipun.
            Karena perbankan sangat berpengaruh terhadap stabilitas sistem keuangan suatu negara. Bahkan perekenomian suatu negara dilihat dari perbankannya. Secara otomatis, bankir terlibat dalam kemajuan negara itu.
            Itu sebabnya pemerintah turut campur dalam dunia perbankan. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, pemerintah telah mempersiapkan suatu lembaga yang khusus dibentuk untuk mengawasi perbankan dan lembaga keuangan lainnya seperti leasing, asuransi dan pasar modal. Pengawasan perbankan yang asalnya dijalankan oleh Bank Indonesia, dialihfungsikan ke Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan Bank Indonesia sendiri difokuskan kepada moneter dan stabilitas sistem keuangan.

sumber foto: www.aktual.co
            
          Dari turut campur pemerintah tersebut, sudah jelas seorang bankir pun bertanggung jawab untuk memajukan negara. Tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk masyarakat. Baik disadari atau pun tidak, seorang bankir telah mengabdi untuk negara.
            Namun tak dipungkiri lagi, terkadang seorang bankir pun bisa saja salah arah. Dengan banyaknya pemberitaan tentang investasi bodong, dan kasus tak terpuji lainnya dari dunia perbankan. Kesalahan yang tak disadari pun bisa menjerumuskan. Kesalahan dari atasan bisa melibatkan bawahannya, pun sebaliknya.
            Kasus di dunia perbankan memang paling ketat diawasi oleh pemerintah. Satu kesalahan fatal bisa melibatkan semua pegawai di suatu bank. Tidak tanggung-tanggung sanksinya pun adalah kurungan penjara. Seperti tentang kasus Bank Century yang melibatkan Boediono, orang nomor 2 di Indonesia yang pernah menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia.
            Dengan adanya kasus-kasus seperti itu, seolah-olah menjadi cambuk bagi bankir. Kasus kebankrutan suatu bank bisa saja memenjarakan pegawainya, terutama Direkturnya. Oleh karena itu, seorang bankir harus lebih hati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya.
            Sisi lain menjadi seorang bankir adalah bisa mencegah pendanaan teroris dan pencucian uang. Dengan adanya program APUPPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris) dari pemerintah, seorang bankir berkontribusi mencegah terorisme di suatu negara dan pencucian uang yang merupakan salah satu tindakan korupsi.
            Kesimpulannya, menjadi seorang bankir itu tidak semudah yang diinginkan. Terdapat tanggung jawab yang besar ketika menjalaninya. Seperti ringan namun dampaknya sangat berpengaruh terhadap negara. Ketika memilih untuk menjadi bankir, niatkanlah untuk memajukan negara dan yang paling utama jadilah bankir yang jujur dan amanah. Ingat, nasib ekonomi negara bergantung kepada bankir!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar