Ketika seseorang memilih untuk
menjadi bankir, pilihannya hampir sama dengan menjadi seorang Pegawai Negeri.
Ada sebuah pengabdian kepada negara secara tidak langsung. Meski bekerja di
Bank swasta sekalipun.
Karena perbankan sangat berpengaruh
terhadap stabilitas sistem keuangan suatu negara. Bahkan perekenomian suatu
negara dilihat dari perbankannya. Secara otomatis, bankir terlibat dalam
kemajuan negara itu.
Itu sebabnya pemerintah turut campur
dalam dunia perbankan. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, pemerintah telah
mempersiapkan suatu lembaga yang khusus dibentuk untuk mengawasi perbankan dan
lembaga keuangan lainnya seperti leasing, asuransi dan pasar modal.
Pengawasan perbankan yang asalnya dijalankan oleh Bank Indonesia,
dialihfungsikan ke Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan Bank Indonesia sendiri
difokuskan kepada moneter dan stabilitas sistem keuangan.
sumber foto: www.aktual.co
Dari turut campur pemerintah
tersebut, sudah jelas seorang bankir pun bertanggung jawab untuk memajukan
negara. Tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk masyarakat.
Baik disadari atau pun tidak, seorang bankir telah mengabdi untuk negara.
Namun tak dipungkiri lagi, terkadang
seorang bankir pun bisa saja salah arah. Dengan banyaknya pemberitaan tentang
investasi bodong, dan kasus tak terpuji lainnya dari dunia perbankan. Kesalahan
yang tak disadari pun bisa menjerumuskan. Kesalahan dari atasan bisa melibatkan
bawahannya, pun sebaliknya.
Kasus di dunia perbankan memang
paling ketat diawasi oleh pemerintah. Satu kesalahan fatal bisa melibatkan
semua pegawai di suatu bank. Tidak tanggung-tanggung sanksinya pun adalah
kurungan penjara. Seperti tentang kasus Bank Century yang melibatkan Boediono,
orang nomor 2 di Indonesia yang pernah menjabat sebagai gubernur Bank
Indonesia.
Dengan adanya kasus-kasus seperti
itu, seolah-olah menjadi cambuk bagi bankir. Kasus kebankrutan suatu bank bisa
saja memenjarakan pegawainya, terutama Direkturnya. Oleh karena itu, seorang
bankir harus lebih hati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya.
Sisi lain menjadi seorang bankir
adalah bisa mencegah pendanaan teroris dan pencucian uang. Dengan adanya
program APUPPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris) dari
pemerintah, seorang bankir berkontribusi mencegah terorisme di suatu negara dan
pencucian uang yang merupakan salah satu tindakan korupsi.
Kesimpulannya, menjadi seorang bankir
itu tidak semudah yang diinginkan. Terdapat tanggung jawab yang besar ketika
menjalaninya. Seperti ringan namun dampaknya sangat berpengaruh terhadap
negara. Ketika memilih untuk menjadi bankir, niatkanlah untuk memajukan negara
dan yang paling utama jadilah bankir yang jujur dan amanah. Ingat, nasib
ekonomi negara bergantung kepada bankir!
